“Program kedua adalah UMKM Go Digital untuk Produk UMKM lokal khas desa. Dalam program ini, Dagangan juga berupaya memberdayakan produk UMKM di wilayah Jawa Timur dalam membuka akses pasar lebih luas dan memberikan keuntungan hingga 2x lipat melalui ekosistem digital Dagangan,” tambah Ryan.
Sejak tiga tahun beroperasi, Dagangan telah melayani pedesaan di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.
Hingga saat ini Dagangan telah memiliki enam jaringan gudang di wilayah Jawa Timur yang berlokasi di Madiun, Kediri, Ponorogo, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, dan akan memperluas daerah jangkauan di Jawa Timur dengan membuka hub atau jaringan gudang mikro di wilayah pedesaan lainnya.
Gabung Community Ngalup.co, Dapat Funding Hingga Ikut Ajang Internasional
Selama tahun 2022 menurut Dagangan Impact Report yang disampaikan oleh Ryan Manafe saat ditemui di kegiatan Temu Media, Dagangan telah memberikan dampak yang signifikan kepada masyarakat di 20.000 desa yang tersebar di 4 provinsi sehingga mereka dapat mengakses 5.000 produk kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau, termasuk mendistribusikan 10 juta liter minyak goreng dan Minyakita milik Kementerian Perdagangan.
Selain itu 75.000 pengguna aplikasi Dagangan turut merasakan peningkatan pendapatan hingga 2x lipat sejak menggunakan aplikasi Dagangan, serta dalam rangka mendukung program UMKM Go Digital, lebih dari 150 produk lokal mendapat kesempatan ke akses pasar lebih luas melalui ekosistem digital Dagangan.
“Berdasarkan hasil analisa dari Dagangan Impact Report 2022, kami optimis transformasi digital bagi para pedagang pasar, warung, dan UMKM akan berjalan dengan optimal di tahun 2023. Dalam mempercepat akselerasi digitalisasi UMKM, tentunya kami berharap dapat terus menjalin kolaborasi dengan mitra strategis sehingga pencapaian target seluruh pasar, toko sembako, dan UMKM Go Digital segera terwujud di tahun 2030,” tutup Ryan. (ARM)