“Sebagian besar karena ada beberapa kondisi akibat gempa, maka seperti tindakan operasi yang harus dilakukan segera, belum bisa dilakukan karena mungkin ada kondisi gedung yang tentunya belum siap atau perlu ada perbaikan. Tadi kami minta untuk dilaksanakan operasi di rumah sakit kita Bhayangkara, yang sudah siap dan proses itu yang kami lakukan,” ucap Sigit.
Tentunya, kata Sigit, seluruh rumah sakit milik TNI dan semua rumah sakit swasta disamping RSUD juga siap dan akan bekerjasama.
“Yang penting bagaimana supaya pasien yang ada segera tertangani, khususnya yang kondisinya cukup kritis dan harus segera dilakukan langkah-langkah,” tegasnya.
Sebar Stiker Call Center 110, Polres Sukoharjo Sosialisasi Layanan Aduan 24 Jam Non Stop
Disisi lain, Sigit mengungkapkan, pihak kepolisian juga akan memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada masyarakat. Khususnya, anak-anak yang menjadi korban gempa bumi.
“Kami mempersiapkan tim dari psikologi untuk melakukan trauma healing khususnya di pengungsian dan rumah sakit. Dan juga yang memang banyak anak-anak, dan itu menjadi bagian yang kami lakukan. Paling tidak memberikan motivasi semangat dalam situasi sedang tertimpa bencana,” sambung Sigit.
Ditambahkan, setelah fokus melakukan evakuasi korban, nantinya personel kepolisian juga akan diminta melakukan pengamanan di rumah warga yang ditinggalkan untuk menghindari terjadinya potensi kejahatan.
“Tentunya setelah ini saya minta pada Pak Kapolda (Jabar) untuk ikut melaksanakan patroli khususnya di rumah-rumah yang ditinggalkan untuk menghindari potensi kejahatan,” tandas Kapolri.***