Menurutnya, perhelatan G20 ini memberikan dampak positif bagi Indonesia dan khususnya bagi para pelaku UMKM Indonesia. Mengikuti pameran dengan skala internasional, memberikan wawasan baru bagaimana pelaku UMKM harus memiliki ciri khas, keunikan dari produknya selain menjaga kualitas produk.
“Kami bangga karena salah satu mitra binaan kami, Maharani Craft yang produknya berupa perhiasan dan kerajinan terpilih menjadi salah satu souvenir G20 untuk para delegasi,” sebutnya Riyani.
Dalam perhelatan G20 beberapa hari kedepan, LPEI membawa sepuluh mitra binaan yang telah melalui tahap kurasi sesuai dengan kriteria yang mengacu kepada tema yaitu Health Food and Healthy Lifestyle dari sektor usaha makanan, minuman dan fesyen.
Ikut Ajang TEI, Mitra Binaan LPEI Raih Penghargaan Primaniyatra 2022
Selain mengedepankan digitalisasi, LPEI juga mendukung aspek kesetaraan gender, peran perempuan sebagai penopang ekonomi kerakyatan yang menjadi salah satu tolok ukur dalam faktor Sustainable Development Goals (SDG).
Mitra binaan yang melakukan showcasing produk di booth perhelatan G20 kali ini sangat mendukung peran perempuan pada proses produksinya, antara lain Humbang Kriya yang mempekerjakan 60% pengrajinnya perempuan, Area mempekerjakan 80% penjahit perempuan,
Kemudian, CV Bali Ayu yang bergerak di bidang produk kecantikan dan Tenun & Songket Lintau Pamasihan asal dari Sumatera Barat juga mempekerjakan 100% perempuan/pengrajin perempuan. Dan tidak kalah hebatnya adalah pelaku usaha asal Bali, Naralia dan Solo Putri asal Jakarta yang sangat mendukung empowering woman artisan.***