Catatan Najwa Shihab untuk Muhammadiyah, Sarankan Pengelola Media Afiliasi untuk Lebih Kekinian

Media afiliasi Muhammadiyah dimaksud, merujuk pada media yang dikelola oleh Muhammadiyah di berbagai lini

11 November 2022, 15:45 WIB

Kedua, harus terus menerus tahu apa yang jadi keresahan, concern mereka. Dengan begitu media bisa menjawab keresahan itu.

“Sehingga media yang kita kelola bukan hanya penting tapi juga dibutuhkan, karena yang kita berikan, hal yang kita sampaikan selalu relevan dengan kebutuhan mereka (pembaca),” terangnya.

Berikutnya, Nana menyebut, pengelola media harus update mengikuti tren. Harus selalu tahu gaya terbaru audiensnya. Sehingga cara penyampaian yang menarik akan membuat orang mau mendalami lebih jauh apa yang ditawarkan media.

Sistem Tilang Diubah, Kapolri: Polantas Bakal Dibekali Kamera Terpasang di Badan

Disisi lain ia juga mengungkapkan, Narasi TV yang dikelolanya selalu menampilkan beragam kemasan dan format yang beragam variasinya dengan melihat platform yang digunakan.

“Tergantung platformnya apa. Ini (soal platform) juga hal penting ini. Bagaimana kemampuan pengelola media mengenali platform yang ada. Beda platform beda pendekatan beda teknologi yang dipakai beda pula kemasannya,” terang Nana.

Ia pun memberi contoh, penggunaan TikTok tentu beda dengan menggunakan website atau YouTube yang lebih panjang durasinya dan juga lebih rumit konten yang dibuat.

Optimalisasi Lelang Aset, LPEI Gandeng Direktorat Jenderal Kekayaan Negara

“Penting bagi kita menguasai platformnya sehingga kita bisa menyesuaikan dengan audiens yang ada di platform itu. Kemasan bisa beragam dan saya selalu bilang coba hal hal yang aneh aneh saja, ngga papa kalau beragam. Nikmatnya kalau kita bekerja terutama di media digital itu kesempatan ‘try and error’ dan mencoba itu lebih mudah dan murah,” jelas Nana.

Najwa Shihab menyarankan pula agar pengelola media afiliasi Muhammadiyah menggunakan data yang diperoleh di media digital untuk mendapatkan perilaku menonton audiens.

“Kita bisa mudah memperoleh data informasi soal audiens. Berapa lama audiens menonton, tonton retention timenya, terus apa yang audiens tonton selain konten yang kita buat. Jadi olah data itu, gunakan data itu untuk mencoba berbagai format yang lain. kalau gagal bisa coba yang lain,” terang Nana.

Kemenkes Stop Penjualan 5 Obat Sirup Berbahaya, Rasanya Manis Tapi Mematikan

Berita Lainnya

Berita Terkini