Sunan Amangkurat II memerintah dari tahun 1688 – 1703. Dalam masa pemerintahannya terjadi banyak pemberontakan-pemberontakan, diantaranya adalah pemberontakan Trunojoyo.
Dalam menangani pemberontakan Trunojoyo tersebut, Sunan Amangkurat II meminta bantuan kepada VOC atau Kumpeni. Dengan kompensasi, VOC bebas melakukan perdagangan di wilayah pantai utara.
Akhirnya Trunojoyo dapat ditumpas, namun Kerajaan Kartasura menanggung hutang untuk biaya perang yang cukup besar.
PN Kebumen Gelar Sidang Perdana Gugatan Dugaan Permainan Lelang Proyek Pemda, Bupati Tergugat 1
Dengan menanggung hutang yang cukup besar, maka Sunan Amangkurat II mau tidak mau, suka tidak suka harus bekerja sama dengan VOC, sehingga keputusan-keputusan sering diintervensi oleh VOC.
Hal tersebut membuat beberapa punggawa Kerajaan Kartasura tidak senang, salah satunya adalah Patih Nerangkusuma. Patih Nerangkusuma berusaha memberi masukan kepada Sunan Amangkurat II untuk menghindari kerja sama dengan VOC, namun diabaikan.
Pada tahun 1685 Patih Nerangkusuma menerima Untung Suropati yang merupakan pemberontak, untuk berlindung di rumahnya.
Heboh Penangkapan Tersangka Kekerasan Seksual di Jombang Anak Kyai, Kemen PPPA Apresiasi Polisi