Yudisium Heppie Universitas IBU Malang, Jadikan Calon Sarjana Happy

Para mahasiswa yang ikuti yudisium akan tercatat dalam sejarah, karena mereka menjadi lulusan pertama dengan status universitas

15 Agustus 2024, 19:36 WIB

MALANG, JURNAL HARIANKOTA – Konsep baru Universitas Insan Budi Utomo atau Universitas IBU menggelar yudisium, Rabu (14/8/2024) malam. Namanya Yudisium Heppie (Yupiee) sebagai yudisium pertama Universitas IBU sejak berubah dari Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) menjadi Universitas.

Dalam kesempatan itu Rektor UIBU Dr. H. Nurcholis Sunuyeko, M.Si dihadapan ratusan calon sarjana mengenalkan jajaran dekanat, pimpinan, Kaprodi hingga pengurus yayasan.

Mereka duduk di panggung dengan desain menarik dengan layar besar ala Pengajian Akbar. Mereka duduk lesehan di panggung, dan para peserta yudisium duduk lesehan pula di karpet merah di Kampus C Universitas IBU, Jl. Citandui 46 Malang.

Jajaran Rektorat dan dekanat mengenakan baju putih, memakai sarung serta kopiah hitam dengan logo Universitas IBU, sedangkan yang perempuan mengenakan jilbab hitam, atas dan putih bawahan hitam.

Para peserta yudisium mengenakan jaket warga hijau dengan tulisan Universitas IBU Malang di bagian belakang.

Nurcholis menegaskan para mahasiswa yang ikuti yudisium akan tercatat dalam sejarah. Karena mereka menjadi lulusan pertama dengan status universitas. “Anda masuk ke IKIP Budi Utomo dan sekarang menjadi Universitas IBU, maka anda 100 persen lulus,” ujar Sam Rektor sapaan akrabnya.

Ratusan calon sarjana Universitas IBU ikuti Yudisium Heppie (Yupiee)

Ia meminta mahasiswa yang ikut yudisium agar bisa menikmati dan happy dalam acara ini. Berbeda dari kampus lain, yudisium biasanya mahasiswa hanya disuruh duduk. Namun sesuai tradisi Universitas IBU, kampus ingin menggembirakan para mahasiswa.

“Meski banyak yang belum bayar tapi tetap kita selenggarakan acara ini. Bisa minta kelonggaran ke Keuangan, kita kasih kesempatan baik yang mampu dan Tidak mampu, setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama” ujarnya.

Sam Rektor berdialog dengan para mahasiswa dari berbagai jurusan, lewat obrolan santai. Suasana begitu gembira dan penuh gelak tawa. Seorang mahasiswi asal Muharto bernama Vina mengaku masuk jurusan ekonomi karena diminta keluarga.

Rèktor juga menanyai Rani mahasiswa jurusan olahraga, asal kota Batu, kenapa memilih jurusan itu. Perempuan ini mengaku tidak bisa yang lain, sehingga akhirnya memilih jurusan olahraga dan paling suka dengan mata kuliah massage.

Berita Lainnya

Berita Terkini