Struktur Baru, Yayasan Nur Hidayah Surakarta Patok Target 2028 Dirikan Peguruan Tinggi

Target pendirian PT dan MA merupakan satu dari empat poin utama dalam renstra

19 Maret 2025, 20:19 WIB

SOLO, JURNAL HARIANKOTAYayasan Nur Hidayah Surakarta menargetkan pendirian Perguruan Tinggi (PT) dan Madrasah Aliyah (MA) pada 2028 mendatang. Hal itu telah ditetapkan dalam renstra organisasi 2025-2030 oleh struktur baru yayasan yang dilantik pada, Jum’at (28/2/2025) lalu.

Target pendirian PT dan MA merupakan satu dari empat poin utama dalam renstra. Adapun tiga poin lainnnya adalah penguatan SDM, pengembangan infrastruktur, dan optimalisasi layanan.

Melalui rilis yang disampaikan dalam acara buka puasa bersama dan media gathering, Humas Yayasan, Iffah Noor Hasanah, S.Sos menyampaikan, pendirian PT diharapkan akan melengkapi layanan bidang pendidikan yang menjadi salah satu core di Yayasan Nur Hidayah Surakarta.

“Dengan demikian Yayasan Nur Hidayah Surakarta akan mengelola pendidikan mulai dari anak usia dini, SD, SMP, SMA, dan PT,” sebut Iffah disela acara, Rabu (19/3/2025).

Menyinggung tentang pendirian MA, hal ini sinkron dengan pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren Nur Hidayah yang sudah berjalan sejak 2021. Mencetak para dai muda yang shalih dan muslih (menshalihkan) adalah visi Ponpes Nur Hidayah dan MA ini menjadi legitimasi Pendidikan yang diakui negara.

“Untuk keperluan dua hal tersebut, kami sudah membentuk Task Force atau satuan tugas yang bekerja secara intensif untuk mempersiapkannya. Selain Task Force PT dan MA, juga dibentuk task force untuk pengembangan infrastruktur di lingkungan Yayasan Nur Hidayah Surakarta,” bebernya.

Beberapa proyek pengembangan yang sudah direncanakan di antaranya renovasi di PAUD IT Nur Hidayah, Pembangunan playzone SDIT Nur Hidayah, renovasi SMPIT Nur Hidayah, Pembangunan SMAIT Nur Hidayah, pembangunan lantai 3 kantor yayasan barat, renovasi kantor pusat, perluasan lahan di Ponpes Kebakkramat, pembangunan rumah dinas di Ponpes Sawit, serta pengembangan SMAIT Nur Hidayah.

“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat melalui pendidikan dan sosial. Selain sarana fisik, optimalisasi layanan di semua aspek terus ditingkatkan. Di Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang meliputi PAUD, SD, SMP, dan SMA budaya service excellent yang sudah ada akan ditingkatkan menjadi ultimate service excellent. Di antaranya layanan penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang dibuat mudah dan ramah teknologi, serta didukung dengan kebijakan subsidi silang,” terangnya.

Demikian juga dalam bidang sosial, ada LKSA atau Panti Asuhan Nur Hidayah, LAZ Nur Hidayah dan Lembaga Wakaf Nur Hidayah.

Diungkapkan, terdapat 7 asrama untuk anak asuh yang dinaungi LKSA Nur Hidayah. Sebanyak 4 asrama putra dan 3 asrama putri tersebar di Solo, Boyolali, dan Wonogiri. Masing-masing asrama diasuh oleh sepasang suami istri yang diharapkan mampu berperan sebagai orang tua asuh.

“Tugas penting LKSA Nur Hidayah yaitu menjaga amanah dari para donatur untuk mengasuh dan mendidik anak-anak yatim/piatu/dhuafa sebaik-baiknya,” jelas Iffah.

Demikian juga dengan LAZ Nur Hidayah dan Lembaga Wakaf Nur Hidayah yang menghimpun dan mengelola ZISWAF. Pengelolaan yang amanah dan akuntabel menjadi tuntutan untuk menjadi lembaga yang kredibel.

“Tidak hanya funding, tetapi juga program-program penyaluran digiatkan untuk meluaskan manfaat dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf,” pungkasnya. (Sapto/ SLO)

Berita Lainnya

Berita Terkini