MALANG, JURNAL HARIANKOTA – Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) Jatim Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) I tahun 2023 di Malang, menempatkan tuan rumah di posisi runner up. Setelah juara umum direbut Surabaya.
Kala itu, Surabaya di peringkat pertama dengan 24 medali emas, 14 perak dan 10 perunggu. Disusul Kota Malang meraih 21 emas, 22 perak dan 23 perunggu. Peringkat tiga, Kabupaten Sidoarjo dengan 9 emas, 16 perak dan 9 perunggu.
Meski jumlah medali lebih banyak diraih Kota Malang, tetapi Surabaya lebih berhak menjadi yang terbaik, karena memiliki jumlah medali emas lebih banyak.
Fakta itulah yang membuat KORMI Kota Malang, sudah merancang skenario ‘balas dendam’. Saat gelaran FORDA KORMI II tahun 2024, pada November mendatang di Kota Surabaya. Yakni dengan mempersiapkan diri lebih baik dan lebih awal.
Dimulai dengan digelarnya Festival Olahraga Masyarakat Kota (FORKOT) I Kota Malang. Dari Induk Cabang Rekreasi (INORGA) Persatuan Olahraga Airsoft Seluruh Indonesia (PORGASI). Berlangsung di Stadion Gajayana, Kota Malang. Sabtu (20/7/2024).
“Pada FORDA KORMI I tahun lalu, kami sudah bisa mempersembahkan dua medali emas. Tentu target kami harus lebih tinggi. Minimal sama. Agar target Kota Malang menjadi juara umum, bisa tercapai di November 2024 nanti,” ujar Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., Ketua PORGASI Kota Malang.
Optimisme itu, lanjut Sam Rektor sapaan akrabnya, setelah melihat pegiat (sebutan untuk atlet, Red.) di INORGA PORGASI, banyak didominasi oleh anak-anak muda. Bahkan pegiat airsoft itu, mayoritas masih berada di bangku SMA/SMK.
Dicontohkan dalam FORKOT I Kota Malang, pesertanya tercatat ada 41 pegiat untuk cabang KST (Kompetisi Simulasi Taktikal) dan 30 pegiat di cabang Speed QB. Mayoritas masih berstatus pelajar. Beberapa diantaranya baru berasal dari klub airsoft dan masyarakat umum.
“PORGASI ini memang sangat cocok untuk generasi muda. Karena dalam cabang olahraga yang dipertandingkan, banyak permainan kelompok. Yang tentunya harus punya tanggung jawab dan kerjasama dari anggota kelompok,” ujar Sam Rektor.
Tidak itu saja, Rektor Universitas IBU ini juga menyebut, para pegiat airsoft juga diajarkan untuk bisa bergerak cepat, tepat dan trengginas. Yang bisa menjadi dasar bagi generasi muda, dalam berkiprah di masyarakat.