SEMARANG, JURNAL HARIANKOTA – Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) BEM Universitas Ngudi Waluyo baru-baru ini melaksanakan suatu kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Trayu, Kecamatan Sumowono, Semarang dengan topik “Desa Wirausaha”.
Kegiatan yang dilakukan ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk mengembangkan dan meningkatkan wirausaha yang berada di Desa Trayu dengan cara mengatasi permasalahan yang dapat mempengaruhi perekonomian warga.
Permasalahan yang terjadi yaitu menurunnya hasil pertanian warga masyarakat karena adanya serangan penyakit bule pada tanaman cabai. Penyakit ini telah mengakibatkan penurunan hasil panen dan berdampak secara signifikan pada perekonomian petani di Desa Trayu.
“Ketika tanaman cabai sudah terkena penyakit bule, maka cabai yang dihasilkan akan sedikit bahkan tidak akan berbuah,” kata bapak Joni Ketua Kelompok Tani Dusun Gelaran Desa Trayu.
Dalam rangka menangani masalah tersebut, tim PPK Ormawa BEM Universitas Ngudi Waluyo menggandeng Dinas Pertanian Kabupaten Semarang untuk melaksanakan program penanggulangan penyakit bule.
Program ini dimulai dengan serangkaian kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat serta kelompok tani di Desa Trayu. Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan dukungan dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang dan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Kecamatan Sumowono.
Sosialisasi mencakup penjelasan mengenai penyakit bule dan langkah-langkah pencegahannya. Salah satu langkah penting dalam program ini adalah pembuatan Nitrobakteri, sebuah cairan biologis yang berfungsi untuk mencegah dan mengendalikan penyakit bule.
Tim PPK Ormawa bekerjasama dengan BPP Sumowono memberikan pelatihan secara langsung tentang cara mengaplikasikan Nitrobakteri pada 2 lahan demplot yang akan ditanami cabai.
Selain pelatihan tentang Nitrobakteri, tim PPK Ormawa turut melibatkan kelompok tani dan pemuda setempat dalam kegiatan penanaman cabai di lahan yang telah diberi Nitrobakteri.
Pendampingan dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang serta BPP Kecamatan Sumowono sangat penting dalam kegiatan ini, yaitu memastikan bahwa teknik yang diajarkan diterapkan dengan benar dan efektif.
Pengelolaan lahan demplot yang dilakukan mulai dari pengelolaan tanah yang dirawat dengan nitrobakter agar tanah tersebut menjadi lebih subur dan kaya akan nutrisi, sehingga dapat mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.
Penanaman bibit cabai dilakukan sesuai prosedur, menjaga jarak antar tanaman agar mendapatkan cukup ruang untuk tumbuh, serta memastikan setiap bibit mendapatkan asupan air dan nutrisi yang cukup.
Dilanjutkan treatment nitrobakteri pada tanaman cabai dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan akar, serta memperkuat daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit terutama penyakit bule.
Kepala Desa Trayu bapak Surahman menyampaikan “adanya kegiatan ini, diharapkan para petani di Desa Trayu dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru untuk mengatasi penyakit bule, sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan dampak ekonomi dari serangan penyakit tersebut dapat diminimalkan”.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran akan pentingnya inovasi dalam pertanian dan memperkuat kapasitas petani lokal dalam menghadapi tantangan yang ada.(Nadyne)