SEMARANG, JURNAL HARIANKOTA – Kirab Boyong Kedhaton Kecamatan Bawen berlangsung dengan lancar dan meriah pada Minggu pagi hingga siang tadi. Acara ini merupakan prosesi mengenang perpindahan Kantor Kecamatan Bawen dari Terminal Bawen ke lokasi baru di Harjosari pada tahun 1987.
Pemindahan ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi kepadatan di area Terminal Bawen dan mendukung pembangunan terminal sebagai pusat transit kendaraan umum, sekaligus menandai babak baru dalam administrasi kecamatan.
Arak-arakan dimulai dari halaman Terminal Bawen, dengan membawa benda pusaka berupa mata tombak dan keris. Jarak tempuh kirab mencapai sekitar tiga kilometer menuju Kantor Camat Bawen yang baru.
Camat Bawen, Dewanto Leksono Widagdo, turut serta dalam prosesi tersebut dengan mendekap mata tombak, sementara beberapa Kepala Desa juga ikut memeriahkan dengan membawa keris.
Sebelum kirab dimulai, dilakukan ritual kejawen sebagai bentuk doa keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, mantan Camat Bawen, Nuryanto, menyerahkan replika brankas kepada Camat Dewanto sebagai simbol perpindahan perangkat kantor ke lokasi baru.
Acara ini juga dimeriahkan oleh rombongan kesenian tradisional dari berbagai desa dan kelurahan di Kecamatan Bawen, serta disambut antusias oleh ratusan warga yang menyaksikan dan menyoraki sepanjang jalan yang dilalui oleh peserta kirab.
Camat Dewanto menjelaskan bahwa Kirab Boyong Kedhaton bertujuan untuk menapaktilasi sejarah perpindahan Kantor Camat Bawen yang terjadi pada tahun 1987. Saat itu, kantor berada di area Terminal Bawen yang sangat strategis namun padat.
Pemkab Semarang kemudian memutuskan untuk memindahkan kantor ke Harjosari guna mengurangi kepadatan dan mendukung pembangunan Terminal Bawen sebagai pusat transit kendaraan umum.
Acara hari ini menjadi momen penting untuk mengenang sejarah sekaligus merayakan perpindahan yang membawa perubahan positif bagi Kecamatan Bawen.(nadyne)