“Meski sempat kuwalahan saat membuat paper, kami bersyukur bisa menemukan solusi dan menyelelesaikan lomba dengan manis,” terangnya.
Terakhir, ia ingin agar rancangan aplikasinya dapat bermanfaat bagi teman-teman down syndrome. Utamanya tentang bagaimana membaca Alquran dan huruf hijaiyah. Ia menegaskan bahwa belajar agama Islam bisa dilakukan oleh semua kalangan, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
“Kami tentu akan berusaha keras untuk merampungkan aplikasi Ma’unah. Apalagi ini bisa sangat membantu dan memberikan manfaat kepada mereka yang jarang mendapat perhatian khusus. Kami juga mengajak teman-teman lain untuk bisa berinovasi dan berupaya menjadi problem solver bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (ARM)