SUKOHARJO, JURNAL HARIANKOTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama 44 perguruan tinggi se Jateng sepakat mendukung pembangunan daerah melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemprov Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (17/3/2025)
Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mempercepat pencapaian berbagai program strategis yang telah dicanangkan oleh Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Ahmad Luthfi dan Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Gubernur Jateng bersama 35 Rektor/Direktur perguruan tinggi se-Jateng. Selanjutnya, perjanjian kerja sama akan dilaksanakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng bersama 44 Wakil Rektor/Dekan/Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) perguruan tinggi.
“Sinergitas ini adalah langkah nyata membangun Jateng yang lebih maju, inklusif, dan berdaya. Mari bersama menjadi bagian dari solusi,” kata Luthfi, dikutip dari akun Instagram @ahmadluthfi_official.
Pemprov Jateng menyiapkan 29 program yang akan dijalankan dalam periode 2025 hingga 2029. Beberapa di antaranya adalah penurunan angka stunting, pendampingan UMKM, pendampingan desa wisata, penguatan wawasan kebangsaan dan pendidikan moderasi beragama, serta pelatihan untuk konten kreator desa wisata.
Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif, M.Si, mengungkapkan UMS siap mendukung dan berkolaborasi dalam program-program tersebut, untuk memastikan agar pencapaian pembangunan yang ditargetkan dapat terlaksana dengan baik.
“Sebagai salah satu perguruan tinggi yang terlibat, UMS menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam MoU ini adalah bentuk komitmen untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan di Jateng, terutama dalam aspek riset, pengabdian masyarakat, serta pelatihan yang memiliki dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Rektor, Selasa (18/3/2025).
Ia juga menyampaikan bahwa MoU ini melibatkan banyak program kerjasama, dengan fokus pada penurunan stunting dan pendampingan UMKM dan mencakup program prioritas, seperti penurunan angka stunting yang masih tinggi, pendampingan UMKM, serta pemberdayaan desa wisata.
“Pak Gubernur juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali program KKN untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Melalui kerja sama ini, UMS berharap dapat turut berperan dalam menciptakan perubahan positif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (SKH)