Gaya Hidup adalah Kunci Kesuburan Pria dan Wanita, Belum Hamil Bukan Melulu Salah Perempuan

Seminar itu membahas tentang masalah-masalah ketidaksuburan pada wanita, utamanya alat reproduksi dan fungsi perannya masing-masing

25 Agustus 2024, 15:31 WIB

“Memakan buah dan dan sayuran yang terpapar pestisida bisa sebabkan endometriosis, untuk itu harus mencuci buah dan sayuran itu minimal enam kali. Setelah itu untuk diagnosa harus melakukan USG, laparoskopi, kemudian terapinya dengan obat,” paparnya.

Yang utama, kaum hawa harus paham bahwa reproduksi wanita itu setelah usia 35 tahun agak menurun, namun baru-baru ini bisa setelah 42 tahun.

Purnomo memberikan take home massage bahwa perlunya meningkatkan pengetahuan reproduksi kepada seluruh pasangan karena berdampak pada kesuburan dan kesehatan reproduksi. Kedua identifikasi awal faktor resiko kesuburan sangat penting untuk menentukan keberhasilan kehamilan.

“Pentingnya diagnosis dan pengobatan dini karena kurun waktu reproduksi wanita pendek, pentingnya cek rutin kesehatan reproduksi, perubahan lifestyle dan manajemen stress. Dan paling penting perlunya kerjasama yang baik antara pasangan, serta dokter dan fasilitas kesehatan untuk mencapai tujuan keberhasilan kehamilan,” terangnya.

Sementara itu dr. Aucky Hinting Ph.D Sip.And (K) lebih menyoal ketidaksuburan pada lelaki. Ia menggaris bawahi bahwa gaya hidup ada adalah faktor utama. Ia menegaskan bahwa merokok menjadi penyebab utamanya, sehingga ia menyarankan agar berhenti merokok, baik pria maupun wanita.

“Rokok harus berhenti,” tegasnya.

Tips penting dari Aucky, rokok dan alkohol harus berhenti, tidak konsumsi caffein, tidur harus cukup, hindari obat-obatan, celana dalam jangan ketat, makan cukup dan olahraga, istri harus beri dukungan penuh pada suami.

Katanya, dari 2 juta sperma, yang masuk hanya 4 persen maksimal. Sehingga gaya hidup sehat dan suplemen sangat penting. Faktor obesitas atau kegemukan harus dikurangi dengan minimal jalan kaki 30 menit sampai 60 menit.

Ia mengingatkan ketika usia di bawah 35 tahun masih ada kesempatan untuk meraih kesuburan, namun jika di atas usia 35 tahun butuh waktu untuk meningkatkan kesuburan.

“Di Belgia, tingkat kelahiran hanya 1,1 persen, jadi tiap pasangan hanya punya satu anak. Di Surabaya 1,7 persen, kita simpulkan saat ini angka kelahiran rendah. Gaya hidup jadi cara untuk meningkatkan kesuburan, selain tekan obesitas juga makan buah dan sayur-sayuran, konsumsi suplemen anti oksidan, karena oksidasi bikin rusak tubuh kita,” urai dokter yang belajar di Belgia ini.

Berita Lainnya

Berita Terkini