Bertemu 21 Pengurus Perguruan Silat, Kapolres Sukoharjo Siap Jembatani Penyelesaian Masalah

Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melarang kegiatan perguruan silat yang melibatkan massa besar, asalkan tidak menimbulkan gangguan keamanan

10 Februari 2025, 21:30 WIB

SUKOHARJO, JURNAL HARIANKOTA – Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menyatakan siap menjadi jembatan dalam menyelesaikan permasalahan antar perguruan silat yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

Hal itu disampaikan Kapolres dalam pertemuan silaturahmi dengan 21 pengurus perguruan pencak silat se-Kabupaten Sukoharjo anggota IPSI, di RM Jinung, Telukan, Grogol, Senin (10/2/2025). Silaturahmi mengusung tema “Pasca Pilkada, IPSI Kab. Sukoharjo Bertekad Membangun Sukoharjo yang Kondusif.”

“Komunikasi yang baik antara perguruan silat, aparat keamanan, dan pemerintah daerah, sangat penting,” kata Kapolres.

Ia juga mengungkapkan bahwa Polres Sukoharjo telah memetakan berbagai permasalahan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk balap liar dan penggunaan knalpot brong.

“Polres telah membentuk Tim Pandawa untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk permasalahan yang mungkin timbul antar perguruan silat. Kami siap menjembatani setiap permasalahan yang ada, asalkan ada komunikasi yang baik,” ujarnya

Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melarang kegiatan perguruan silat yang melibatkan massa besar, asalkan tidak menimbulkan gangguan keamanan.

Ketua IPSI Sukoharjo, Wiyono, yang hadir dalam acara menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekira 15.000 hingga 18.000 anggota perguruan silat di Sukoharjo.

“Saya berharap agar setiap permasalahan yang muncul dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak sampai berujung pada proses hukum,” imbuhnya.

Sementara itu, Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Supri Siswanto yang juga hadir menekankan bahwa perbedaan antarperguruan harus menjadi kekuatan, bukan pemicu perpecahan.

“Semua organisasi di sini adalah kebanggaan. Jangan sampai ada yang saling menjatuhkan. Mari kita jaga Sukoharjo tetap aman dan harmonis,” tegasnya.

Di penghujung acara, seluruh perwakilan perguruan silat membacakan ikrar bersama yang berisi komitmen untuk menjaga kondusifitas wilayah, menjunjung tinggi persaudaraan, serta menolak berita bohong dan segala bentuk tindakan yang dapat memecah belah persatuan bangsa. (SKH)

 

Berita Lainnya

Berita Terkini