Wisata Bunga Abadi ‘Hulun Hiyang’ Edelweis Menjadi Wisata Alternatif di Kawasan Bromo

Wisata taman bunga abadi 'Hulun Hiyang' edelweis mulai beroperasi sejak 2021 dan menghasilkan pendapatan dalam satu tahun hampir 500 Juta

7 Januari 2023, 11:09 WIB

JURNAL HARIANKOTA, PASURUANGunung Bromo menjadi salah satu wisata unggulan di Jawa Timur yang terletak di Kabupaten Pasuruan. Pemandangan lereng pegunungan di sepanjang jalan menuju kawasan Bromo membuat mata menjadi segar dan makin jatuh hati.

Sebenarnya, tidak hanya Melihat Sunrise, Kawah Bromo, Pasir berbisik dan Bukit Teletubbies, namun banyak wisata alternatif di sekitar kawasan Bromo. Salah satu wisata alternatif tempat wisata yang bisa di kunjungi adalah Taman Edelweis di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Di lokasi Taman Bunga Abadi ini terdapat sedikitnya 3 jenis bunga edelweis yakni Anaphalis Vicida dan Anaphalis Longifolia, yang merupakan endemik di Kawasan Bromo Semeru.

Program ‘Jumat Curhat’ Kapolres Malang, Silaturahmi Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan

IMG 20230107 WA0016
Suasana cafe di desa wisata edelweis Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan

Menurut Teguh Wibowo, Ketua Gapoktan Hulun Hiyang “Awal mula didirikannya wisata taman edelweis, karena keresahan warga Tengger karena ada peraturan dimana bunga edelweis menjadi bunga yang dilindungi. Sementara, setiap upacara Yadnya Kasada, bunga edelweis selalu dibutuhkan sebagai syarat bunga yang ada di Ancak tempat hasil bumi yang akan di Larung di Kawah Bromo”.

Berdasarkan keresahan tersebut, Warga desa Wonokitri dengan di bantu Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang serta beberapa akademisi melakukan pembibitan bunga edelweis.

“Hasilnya, di lokasi wisata taman edelweis ini bisa didirikan tempat pembibitan bunga edelweis. Bahkan tidak hanya pembibitan, di desa wisata edelweis juga dibangun cafe dan spot foto menarik bagi wisatawan”, ucapnya.

Survei Kepercayaan Publik Terhadap Polri Versi Indopol: Naik 69,35 Persen

IMG 20230107 WA0017
Spot baru tempat Adopsi Edelweis di desa wisata edelweis

Hanya dengan membayar tiket Rp. 10.000 rupiah, pengunjung bisa menikmati pemandangan dengan hamparan bunga edelweis serta belajar langsung tentang pembibitan bunga edelweis.

Wisata taman bunga abadi “hulun Hiyang” edelweis, yang mulai beroperasi sejak tahun 2021, bisa menghasilkan pendapatan dalam satu tahun hampir Rp. 500 Juta Rupiah. Hasil tersebut di gunakan untuk membayar karyawan, pemeliharaan dan pembibitan bunga edelweis.

Tidak hanya itu, bagi pengunjung yang ingin memiliki tanaman bunga abadi “edelweis” sendiri, mereka bisa melakukan adopsi adelwes yang sudah disiapkan lahan dan bibitnya oleh pengelola wisata.

Berlatar Kebun Teh Kemuning, PT ARI Launching Single Album Dangdut Koplo Kristanti ‘Nganggo Roso’

Sehingga para pengunjung bisa kembali lagi untuk melihat tanaman edelweis yang ditanamnya. Pengembangan di lokasi wisata Hulun Hiyang juga terus dilakukan dengan tetap memperhatikan pelestarian lingkungan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Samsun Hadi “Sangat senang karena desa binaan Bank Indonesia bisa makin maju dan sukses, terlebih bisa memberikan penghasilan tambahan bagi para petani”.

“Kedepannya Bank Indonesia Perwakilan Malang akan terus mengembangkan desa lain yang memiliki potensi serupa, sehingga perekonomian di masyarakat makin meningkat,” pungkasnya. (ARM)

Berita Lainnya

Berita Terkini